• Twitter
  • Facebook
  • Google+
  • Instagram
  • Linkedin

Saturday, November 28, 2015

Tentang Malam Ini

Foto dari sini

Aku ingat bagaimana bagaimana kita pertama bertemu. Kamu bukakan pintu untukku dengan jaket abu-abumu. Perlahan-lahan kamu jelaskan teori-teori itu dan diam-diam, aku mulai dirambati rasa.

Aku ingat hari-hari selanjutnya kamu dipenuhi dengan pertanyaan dariku. Orang yang linglung di persimpangan jalan. Andai saja waktu dapat kembali, aku ingat betapa terpakunya aku saat itu.

Hari-hari selanjutnya ku berhenti di ambang pintumu. Mengetahui bahwa kamu telah mengunci dirimu sendiri.

Mulai saat itu, aku tahu aku harus menyerah, tapi perasaan tak pernah berbohong.

-----

Malam tadi berangin. Aku langkahkan kakiku keluar kamar dan mencari udara segar. Aku berjanji pada diriku sendiri, minggu ini aku harus menyenangkan diriku sendiri. Stop working, start running. Aku bertemu dengan teman-teman di sebuah mall Jakarta, termasuk bertemu kamu. Harusnya Sabtu itu menjadi hari yang menyenangkan. Harusnya.

Badanku rasanya di sana, tapi pikiran melayang, setelah masuk ke sebuah cafe dan temanku berkata,

"Eh dia lagi ngedate deh kayaknya sama ceweknya"

Aku simpan semuanya sendiri. Iya, sendiri.
Kini di bangku cafe itu aku terpaku melihatnya.

Semesta tak berkonspirasi denganku.

-----

Sejenak aku lupa, perasaannya nyaman ini memang seharusnya telah ku hilangkan dari lama. Haruskah aku beri memo di ambang pintunya bahwa sesaat yang lalu, orang yang menyayanginya telah pergi?


"I've been here before
But always hit the floor
I've spent a lifetime running
And I always get away
But with you I'm feeling something
That makes me want to stay

If I risk it all
Could you break my fall?"

Sam Smith - Writing's On The Wall 

0 comments:

Post a Comment

Contact

Get in touch with me


Adress/Street

Find me at kitabisa.com!

E-mail

kadiningtyas@gmail.com